Suatu hari ada sepasang kekasih, mereka berdua telah menjalin kasih hampir 4 tahun lamanya, laki-laki itu setia terhadap kekasihny yang buta. Setiap hari mereka berbagi canda, tawa, hingga cerita. Laki-laki itu selalu membantu kekasihnya dikala kekasihnya itu membutuhkannya, selalu menemaninya setiap saat. Semua orang bertanya-tanya heran mengapa laki-laki tampan itu setia pada kekasihnya yang buta. Ya, perempuan itu buta sejak dia masih kecil, bahkan perempuan itu sampai sekarang tidak pernah mengetahui bagaimana wajah pacarnya yang tampan itu. Semua orang pun terkagum-kagum akan kemesraan mereka, mereka berdua saling pengertian, saling memahami satu sama lain, mereka sudah seperti sepasang burung camar yang sedang berdua terbang diatas awan, sungguh indahnya.
Sampai hingga suatu saat, laki-laki itu mengatakan suatu kalimat yang indah, dimana semua perempuan menanti kalimat itu. “Maukah kau menikah denganku dan menjadi istriku?” kata Laki-laki itu kepada kekasihnya. Lalu perempuan itu menjawab “sungguh, itu adalah kalimat terindah yang pernah kudengar, aku sangat ingin menikah denganmu dan menjadi istrimu, namun dengan satu syarat. Yaitu aku ingin bisa melihat, aku ingin disaat pernikahanku nanti dan saat aku berkeluarga, aku ingin merasakan keindahan yang sempurna, aku ingin bisa melihat”. Tertegunlah hati laki-laki itu ketika mendengarnya.
Tiba-tiba, perempuan itu mendapat kabar bahwa ada seseorang yang akan mendonorkan mata kepadanya. Hati perempuan itu sangat senang begitu mendengarnya, dan dia langsung mendatangi pacarnya dan mengatakan “Aku dapat donor mata, aku akan segera melihat, aku bisa menikah denganmu” , dengan penuh haru laki-laki itu memeluk kekasihnya yang sangat ia sayangi itu.
Operasi pun akan dilaksanakan 3 hari lagi, laki-laki itu setia menemani kekasihnya setiap hari, tidak bosan mendengarkan kata bahagia dari kekasihnya itu.
Operasi pun telah dilaksanakan secara lancar, setelah dokter membukakan perban dari mata perempuan itu, seketika perempuan itu menangis, dia menangis bahagia karena bisa melihat indahnya dunia ini. Namun ada satu yang kurang, dia belum melihat kekasih laki-lakinya itu.
Lalu sang perempuan pun mendapat surat yang berisikan “aku tunggu kamu di taman dekat rumah sakit”, lalu perempuan itu bergegas menuju taman dan melihat sesosok laki-laki yang sedang berdiri sendiri di tengah taman. Perempuan itu sangat yakin bahwa laki-laki yang dilihatnya itu adalah kekasihnya, perempuan itu lekas berlari dan langsung memeluk kekasihnya itu dari belakang. Namun, ketika laki-laki itu berbalik ke arah belakang, perempuan itu sangat terkejut karena dia melihat kenyataan bahwa…. Kekasihnya pun buta. Sang perempuan itu sangat kecewa karena selama ini dia telah dibohongi oleh kekasih yang sangat ia percaya itu. Lalu perempuan itu berkata “kamu telah berbohong setelah 4 tahun lamanya, kamu munafik, kamu sama sekali tidak pernah bilang bahwa kamu buta, perempuan mana yang mau menikah dengan seorang pembohong seperti kamu? aku sangat kecewa, tidak ada perempuan yang ingin menikah denganmu”. Lalu laki-laki itu berkata “aku akan menjelaskan kepadamu” , dan perempuan itu pun menjawab “tidak ada lagi yang perlu dijelaskan, aku tidak ingin menikah dengan laki-laki pembohong seperti kamu, sekarang kamu cepat pergi dari sini dan cepat pergi dari kehidupanku”. Lalu laki-laki itu berbalik kebelakang, lalu berjalan. Setelah laki-laki itu berjalan 3 langkah, dia langsung membalik kebelakang dan berkata kepada mantan kekasihnya itu “Ada satu permintaan terakhirku, tolong jaga dengan baik kedua mataku yang sekarang menjadi milikmu, semoga kamu bisa melihat indahnya dunia dengan kedua mata itu”. Laki-laki itu pun tersenyum lalu berjalan pergi meninggalkan perempuan itu……